TUGAS STATISTIK

13 01 2012

Hallo teman-teman, ini tugas statistik dari bapa.

Isinya ada 2 soal buat diagram batang sama lingkaran. Setelah kalian kerjain tolong kirim ke email saya ya (restukuswara095060171sd@gmail.com).

Tugas nya bisa di download disini.





Flash sebagai Media Pembelajaran

4 01 2012

Baru bisa nulis lagi nih, kemarin-kemarin sibuk banget sama tugas dan pernak-perniknya. .hhe

Sekarang ini bidang pendidikan khususnya dalam pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari teknologi. Pendidikan tanpa dibumbui teknologi akan terasa hampa, bagai sayur tanpa garam (tidak dapat memberi makna dari arti pendidikan tersebut). hhe.

Jadi teknologi dan pendidikan dapat di ibaratkan bagai dua sisi mata uang yang memiliki arti konstrutif.

Maka dari itu kita sebagai guru harus pandai-pandai memanfaatkan teknologi agar pembelajaran lebih interaktif, menyenangkan dan lebih bermakna. Dalam pembelajaran kita dapat menggunakan teknologi berupa Flash sebagai media pembelajaran. Flash merupakan alat pembuat animasi yang handal, sehingga dapat digunakan untuk media pembelajaran. Program pembuat flash yang sudah kita kenal antara lain yaitu Macromedia Flash dan Adobe Flash.

Disini saya mengunakan program macroedia flash. Programnya dapat di unduh disini.

Dengan bantuan flash, kita dapat membuat pembelajaran yang interaktif misalnya kita dapat membuat sebuah materi yang menarik bagi siswa, membuat soal evaluasi serta yang lainnya. Disini saya mencoba membuat sebuah kamus interaktif sebagai tugas mata kuliah.
Tampilannya sebagai berikut :

Kamus Interkatif

Background : dari gedelumbung.com

Silahkan bagi yang ingin mendowndload file (.exe) nya  disini.

Terimas kasih kepada blog {F4154LMAN} dan gedelumbung.com yang telah memberikan tutorialnya serta memberikan contoh-contoh media interaktif.





Gejala Alam di Indonesia dan Negara Tetangga

17 06 2011

Gejala alam atau peristiwa alam adalah suatu keadaan atau peristiwa yang tidak biasa, yang ditimbulkan oleh alam. Di Indonesia sering terjadi gejala atau peristiwa alam. Gejala atau peristiwa alam antara lain gunung meletus, banjir, gempa bumi, angin topan, tsunami, dan tanah longsor. Gejala alam ini timbul disebabkan oleh alam,tetapi ada juga gejala alam yang disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

Dibawah ini ada video tentang gejala alam :

 





Kelengkapan Peta

17 06 2011

Sebuah peta dikategorikan ideal apabila memenuhi komponen-komponen berikut ini.

1. Judul Peta

Judul Peta

Judul Peta

Judul peta merupakan komponen yang sangat penting dalam peta. Jika sebuah peta berjudul Peta Persebaran Barang Tambang di Indonesia, dapat dipastikan isi petanya adalah persebaran barang tambang di Indonesia. Tulisan BANDUNG pada foto peta diatas merupakan judul peta.

2. Garis Astronomis

Terdiri atas garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal yang sejajar dengan garis khatulistiwa, sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa. Garis astronomis berguna untuk menentukan lokasi suatu tempat. Garis warna hitam dengan garis warna kuning merupakan garis khatulistiwa.
lebih lengkapnya tentang garis khatulistiwa dapat dibaca di http://id.wikipedia.org/wiki/Khatulistiwa

3. Inset

Inset

Inset adalah peta berukuran kecil yang disisipkan pada peta utama. Peta inset dapat diletakkan pada bagian sisi kiri, kanan, atau bawah peta. Kegunaannya untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan.

Slengkapnya tentang inset dapat dibaca di http://andimanwno.wordpress.com/2010/07/05/komponen-peta-inset/

 

4. Garis Tepi Peta (Border)

Garis tepi merupakan garis pembatas peta yang mengelilingi peta, berguna untuk membantu saat menggambar pulau, kota, ataupun wilayah yang dimaksud tepat ditengah-tengahnya.

5. Skala Peta

Skala Peta

Skala adalah perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sebenarnya dipermukaan bumi. Ada beberapa cara untuk menyajikan skala, yaitu dengan cara pecahan, verbal, dan garis (batang).

 

Selengkapnya tentang skal peta bisa dibuka di http://rahmatkusnadi6.blogspot.com/2010/02/1-skala-peta.html

 

6. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta

Peta dibuat oleh perseorangan atau lembaga, berguna untuk mengetahui asal peta tersebut diperoleh sehingga ada kepastian bahwa peta tersebut bukan peta fiktif. Lembaga yang biasa menerbitkan peta adalah Bakosurtanal, Jawatan Topografi Angkatan darat, dan Badan Pertanahan Nasional. Tahun pembuatan penting untuk diketahui terutama oleh pengguna agar diketahui kapan data dalam peta tersebut dibuat, sehingga dapat diketahui datanya masih layak atau sudah tidak berlaku.

7. Arah Mata Angin (Orientasi)

 

Arah mata angin (orientasi) dibuat untuk mengetahui arah utara, selatan, barat, maupun timur dalam peta.

8. Simbol dan Legenda

Simbol peta adalah tanda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada permukaan bumi yang terdapat pada peta kenampakannya. Dalam penggambarannya simbol ditempatkan sesuai pada lokasi kenampakan pada peta utama dan penjelasan/keterangannya ditempatkan pada legenda.

Agar dapat dibaca oleh pengguna maka sebaiknya simbol dibuat :

  1. Sederhana
  2. Mewakili obyek aslinya, jika memungkinkan dibuat mirip/sama dengan obyek aslinya tersebut

Berdasarkan kenampakan lingkungannya  simbol dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Simbol budaya,

adalah simbol yang mewakili kenampakan budaya, misalnya jalan, rel, kota dan lain-lain

2. Simbol alam,

adalah simbol yang mewakili kenampakan alam, misalnya sungai, gunung, danau dan lainnya

 

Berdasarkan bentuknya simbol dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:

1. Simbol Garis

Digunakan untuk mewakili data geografis yang berhubungan dengan jarak, contoh : sungai, jalan, rel dan batas wilayah

2. Simbol Titik

Simbol titik digunakan untuk mewakili tempat, contoh : kota, gunung dan objek-onjek penting lainnya

3.  Simbol Area

Digunakan untuk mewakili suatu  luasan tertentu, contoh : danau, rawa, gurun dan hutan

Berdasarkan Wujudnya, simbol dibedakan menjadi 3 yaitu :

1.  Simbol Piktorial

adalah simbol yang berupa gambar yang mirip dengan yang sebenarnya

2.  Simbol Abstrak

adalah simbol yang berupa gambar yang tidak mirip dengan yang sebenarnya

3.  Simbol Huruf / Angka

adalah simbol yang berupa huruf / angka

====================================================

 

 

Legenda adalah keterangan yang berupa simbol-simbol pada peta agar peta mudah dimengerti oleh pembaca.

tentang legenda didapat dari http://andimanwno.wordpress.com/2010/07/03/kompenen-peta-simbol-dan-legenda/#comment-1084





Sifat Pengerjaan Hitung pada Bilangan Bulat

17 06 2011

Sifat-sifat pengerjaan hitung pada bilangan bulat yang akan dipelajari sifat komutatif, asosiatif, dan distributif. Mungkin kamu pernah menggunakan sifat-sifat tersebut, tetapi belum tahu nama sifat-sifatnya. Sebenarnya seperti apa sifat-sifat itu?

Coba perhatikan penjelasan berikut.

1.    Sifat Komutatif (Pertukaran)

a. Sifat komutatif pada penjumlahan

Andi mempunyai 5 kelereng berwarna merah dan 3 kelereng berwarna hitam. Budi mempunyai 3 kelereng berwarna merah dan 5 kelereng berwarna hitam. Samakah jumlah kelereng yang dimiliki Andi dan Budi?

Ternyata jumlah kelereng Andi sama dengan jumlah kelereng Budi

Jadi, 5 + 3 = 3 + 5.

Cara penjumlahan seperti ini menggunakan sifat komutatif.

Secara umum, sifat komutatif pada penjumlahan dapat ditulis sebagai berikut.

a + b = b + a

dengan a dan b sembarang bilangan bulat.

 

 

 

 

b. Sifat komutatif pada perkalian

Jumlah kelereng Andi dan Budi sama, yaitu 8 butir. Kelereng Andi dimasukkan ke empat kantong plastik. Setiap kantong berisi 2 butir.

Kelereng Budi dimasukkan ke dua kantong plastik. Setiap kantong berisi 4 butir.

Kelereng Andi dan Budi dapat ditulis sebagai berikut. Kelereng Andi = 2 + 2 + 2 + 2

= 4 × 2 = 8 Kelereng Budi = 4 + 4

= 2 × 4 = 8 Jadi, 4 × 2 = 2 × 4.

Cara perkalian seperti ini menggunakan sifat komutatif pada perkalian.

Secara umum, sifat komutatif pada perkalian dapat ditulis:

a × b = b × a

dengan a dan b sembarang bilangan bulat.

 

2.    Sifat Asosiatif (Pengelompokan)

a. Sifat asosiatif pada penjumlahan

Andi mempunyai 2 kotak berisi kelereng. Kotak I berisi 3 kelereng merah dan 2 kelereng hitam. Kotak II berisi 4 kelereng putih. Budi juga mempunyai 2 kotak berisi kelereng. Kotak I berisi 3 kelereng merah. Kotak II berisi 2 kelereng hitam dan 4 kelereng putih.

Samakah jumlah kelereng yang dimiliki Andi dan Budi?

Ternyata jumlah kelereng yang dimiliki Andi sama dengan jumlah kelereng yang dimiliki Budi.

Jadi, (3 + 2) + 4 = 3 + (2 + 4).

Cara penjumlahan seperti ini menggunakan sifat asosiatif pada penjumlahan.

Secara umum, sifat asosiatif pada penjumlahan dapat ditulis:

(a + b) + c = a + (b + c)

dengan a, b, dan c sembarang bilangan bulat.

 

b.    Sifat asosiatif pada perkalian

Andi mempunyai 2 kotak mainan. Setiap kotak diisi 3 bungkus kelereng. Setiap bungkus berisi 4 butir kelereng. Berapa jumlah kelereng Andi?

Ada dua cara yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah kelereng Andi.

Cara pertama menghitung banyak bungkus. Kemudian, hasilnya dikalikan banyak kelereng tiap bungkus.

Banyak bungkus × banyak kelereng tiap bungkus

= (3 bungkus + 3 bungkus) × 4 butir

= (3 + 3) × 4

= (2 × 3) × 4 = 24 butir

Cara kedua menghitung banyak kelereng setiap kotaknya dahulu kemudian hasilnya dikalikan banyak kotak.

Banyak kotak × banyak kelereng = 2 × (4 + 4 + 4)

= 2 × (3 × 4) = 24 butir

Perhitungan cara I: (2 × 3) × 4. Perhitungan cara II: 2 × (3 × 4).

Hasil perhitungan dengan kedua cara adalah sama. Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4).

Cara perkalian seperti ini menggunakan sifat asosiatif pada perkalian.

Secara umum, sifat asosiatif pada perkalian dapat ditulis:

(a × b) × c = a × (b × c)

dengan a, b, dan c bilangan bulat.

 

3. Sifat Distributif (Penyebaran)

Perhatikan contoh berikut.

Image:B_Bulat_14.jpg

Penghitungan dilakukan dengan cara menjumlah kedua angka yang dikalikan (4 + 6). Kemudian hasilnya dikalikan dengan angka pengali (3). 3 × (4 + 6) = 3 × 10 = 30. Mengapa cara ini digunakan. Karena menghitung 3 × (4 + 6) = 3 × 10 lebih mudah daripada menghitung (3 × 4) + (3 × 6).

Image:B_Bulat_15.jpg

Penghitungan dilakukan dengan cara kedua angka yang dijumlah (10 dan 2) masing-masing dikalikan dengan angka pengali (15), kemudian hasilnya dijumlahkan.
15 × (10 + 2) = (15 × 10) + (15 × 2)
= 150 + 30
= 180

Cara ini juga untuk mempermudah penghitungan karena menghitung (15 × 10) + (15 × 2) = 150 + 30 lebih mudah daripada menghitung 15 × (10 + 2) = 15 × 12.
Cara penghitungan seperti di atas menggunakan sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan. Secara umum, sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan dapat ditulis:

Image:B_Bulat_16.jpg

dengan a, b, dan c bilangan bulat.

 

referensi : buku BSE -> YD. Sumanto 5.1





Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya (Kelas IV)

17 06 2011

Tumbuhan terdiri atas beberapa bagian, antara lain;

a.Akar; berfungsi untuk menyerap air dan mineral serta mengukuhkan tumbuhan.Beberapa tumbuhan tertentu, akar tidak hanya berfungsi menyerap air dan mineral, tetapi juga berfungsi sebagai penyimpanan cadangan makanan (tumbuhan umbi-umbian). Dan ada juga yang berfungsi membantu penyerapan oksigen di udara (tumbuhan bakau).

Berdasarkan bentuknya, terdapat dua jenis akar, yaitu
-Akar serabut biasanya dimiliki oleh tumbuhan jenismonokotil (biji berkeping tunggal).
Misalnya, padi, jagung, dan kelapa.
-Akar tunggang biasanya dimiliki oleh tumbuhan jenisdikotil (biji berkeping dua).
Misalnya, mangga, jambu, jeruk, dan kacang-kacangan.

b.Batang; berfungsi sebagai tempat munculnya daun, bunga, dan buah. Di samping itu, batang juga berfungsi untuk mengedarkan mineral dan air yang diserap akar, serta zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh.

c.Daun; berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Daun banyak mengandung zat warna hijau (klorofil). Daun terdiri atas tangkai daun dan helaian daun. Di samping bagian-bagian tersebut, ada beberapa jenis tumbuhan yang mempunyai pelepah pada daunnya.

Berdasarkan susunannya, daun mempunyai susunan tulang daun, yaitu;
– Tulang Daun Menyirip; tersusun rapi mulai dari tangkai daun hingga ujung helai daun
contoh; daun mangga dan daun jambu.
– Tulang Daun Menjari; pada daun singkong (satu tulang daun besar dan bentuk daunnya pun berbentuk seperti jari). Daun pepaya dan daun jarak memiliki bentuk tulang daun menjari seperti singkong.
– Tulang Daun Sejajar; berbentuk seperti garis-garis sejajar mulai dari pangkal daun hingga ujung daun. Biasanya bentuk daunnya panjang-panjang. Contohnya, jagung, tebu, padi, dan alang-alang.

d.Bunga; merupakan alat perkembangbiakan, bagian-bagian yang ada di dalam bunga, yaitu;
– Tangkai Bunga; bagian bawah bunga. Tangkai ini berperan sebagai penopang bunga dan sebagai penyambung antara bunga dan batang atau ranting.
– Kelopak Bunga; bagian yang melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup. Biasanya, bentuk dan warnanya menyerupai daun.
– Mahkota Bunga; memiliki warna bermacam-macam sehingga disebut perhiasan bunga. Warna yang menarik itu berguna untuk memikat kupu-kupu atau serangga lainnya (membantu dalam proses penyerbukan) agar hinggap pada bunga.
– Putik (alat kelamin betina); di bagian tengah-tengah bunga dan biasanya dikelilingi oleh benang sari. Putik terdiri atas kepala putik(tempat terjadi proses Penyerbukan) dan tangkai putik(di bagian yang akan menjadi buah dan Biji).
– Benang Sari (alat kelamin jantan);pada bagian tengah bunga yang berdekatan dengan mahkota bunga, bersifat ringan dan mudah terbang tertiup angin. Terdiri atas tangkai sari dan kepala sari (dihasilkannya serbuk sari). Dapat menempel pada kaki, kepala, dan tubuh kupu-kupu atau serangga yang hinggap.

e. Buah (melindungi biji) dan Biji (calon tumbuhan baru); merupakan hasil dari penyerbukan dan pembuahan antara serbuk sari dan putik. Buah terdiri atas daging buah dan biji. Biji berkeping satu( monokotil ) biji berkeping dua disebut(dikotil).

 

 

referensi : http://blog.unnes.ac.id/setyohonik/2011/01/12/materi-ipa-kelas-iv-bagian-bagian-tumbuhan-dan-fungsinya/





Fungsi Media Pembelajaran

11 06 2011

Fungsi Media Pembelajaran dapat difocuskan pada dua hal. Pertama analisis fungsi yang didasarkan pada medianya, terdapat tiga fungsi media pembelajaran, yakni (1) Fungsi sebagai sumber belajar, (2) Fungsi semantik, (3) fungsi manipulatif. Kedua , analisis fungsi berdasarkan pada penggunaanya (anak didik) terdapat dua fungsi, yakni (4) fungsi psikologis dan (5) fungsi sosio-kultural.

Dengan demikian, terdapat lima fungsi media pembelajaran. Dan akan dibahas secara lebih lanjut sebagai berikut :

1. Fungsi sebagai sumber belajar

Dalam kalimat “sumber belajar” tersirat makna kektifan, yakni sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan lain-lain. Mudhoffir dalam bukunya yang berjudul Prinsip-prinsip Pengelolaan Pusat Sumber Belajar (1992:1-2) menyebutkan bahwa sumber belajar pada hakikatnya merupakan komponen sistem instuksional yang meliputi pesan, orang, bahan, alat teknik dan lingkungan, yang mana hal itu dapat mempengaruhi hasil belajar. Dengan demikian sumber belajar dapat dipahami sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan memungkinkan (memudahkan) terjadinya proses belajar.

Pada usia sekolah terutama setelah menyelsaikan sekolah dasarnya, anak didik telah mencapai tingkat kesadaran sosial yang jelas sebagai hasil pengalamannya dengan keluarganya, kawan-kawan sekolahnya (orang-orang dewasa dan anak-anak), kelompok-kelompok keagamaan dan masyarakat, dan media sosialisasi lainnya, seperti film, acara radio, bbuku dan majalah, itu semua adalah sumber belajar bagi anak yang bersangkutan. Selama perkembangan horizonnya, maka dia pun semakin betambah mampu memasuki dunia sosialnya bukan hanya orang-orang atau objek-objek yang ada dalam lingkungannya yang dekat tetapi juga melalui saluran buku, film,, televisi dan lain sebagainya, yang jauh lagi berbeda-beda pola sosiall dan kebudayaannya.

2. Fungsi semantik

Yakni kemampuan media dalam menambah pembendaharaan kata (simbol verbal) yang makna atau maksudnya benar0benar dipahami anak didik (tidak verbalistik)

Kata atau kata-kata sudah jelas merupakan simbol vverbal. Simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk atau dipandang sebagai wakil sesuatu lainnya. Jadi, gambar singa dapat dipakai sebagai keberanian, wibawa. Padahal biasanya harimau dirujukan kepada binatang buas. Hubungan antara kat, makna dan perujukan menjadi amat jelas, yakni “makna” tidak melekat pada “kata”; “kata” hanya bermakna  bila telah dirujukan kepada sejumlah referen. Manusialah yang memberi makna  pada setiap kata yang disampaikannya.

Apabila simbol-simbol kata verbal tersebut hanya merujuk kepada benda, misalnya candi borobudur, jantung manusia, ikan paus, maka masalah komunikasi akan menjadi sederhana, artinya guru tidak terlalu sulit untuk menjelaskannya.

Namun apabila kata tersebut merujuk kepada peristiwa, sifat sesuatu, tindakan, hubungan konsep, dan lain-lain. Maka masalah komunikasi akan menjadi rumit bila komunikasinya menggunakan bahasa verbal. Namun untuk guru yanng kreatif maka akan mendayagunakkan media pembelajaran secara tepat hal itu akan dirasakan mudah, yakni dengan memberikan penjelasan melalui bahasa dramatisasi, simulasi, cerita (mendongeng), cerita bergambar dan lain-lain.

3. Fungsi manipulatif

Fungsi manipulatif ini didasarkan pada ciri-ciri umum yang dimiliki. Berdasarkan ciri-ciri umum ini, media memiliki dua kemampuan, yakni mengatasi batas ruang dan waktu, dan mengatasi keterbatasan indrawi.

Pertama, keterbatasan ruang dan waktu.

  1. Kemampuan media menghadirkan objek atau peristiwa yang sulit dihadirkan, misalnya peristiwa bencana alam, ikan paus melahirkan, dll.
  2. Kemampuan media menjadikan objek atau peristiwa yang menyita waktu panjang, misalnya fotosintesis, metamorfosis, proses ibadah haji, dll.
  3. Kemampuan media menghadirkan kembali objek ayau peristiwa yang telah terjadi, seperti Perang Dunia, Proklamasi, Peristiwa Nabi Nuh, dll. Biasnya dituangkan dalam film, dramatisasi, dongeng.

Kedua, Keterbatasan indrawi.

  1. Membantu siswa dalam memahamii objek yang terlalu kecil, seperti molekul, virus, dll. Dengan memanfaatkan gambar, film, dll.
  2. Membantu siswa dalam memahami objek yang bergerak terlalu lambat/cepat. Seperti metamorphosis.
  3. Membantu siswa dalam memahami objek kejelasan suara, misalnya belajar membaca al Quran, belajar menyanyi atau musik, yakni dengan pemanfaatan kaset.
  4. Membantu siswadalam memahami objek yang terlalu kompleks, misalnya dengan memanfaatkan diagram, peta, grafik, dll.

 

d.  Fungsi Psikologis

1. Fungsi Atensi

Media pembelajaran dapatmeningkatka perhatian (attention) siswa terhadap materi ajar. Setiap orang memiliki sel saraf pengahambat, yakni sel khusus dalam sistem saraf yang berfungsi membuang sejumlah sensai yang datang. Denngan adanya saraf penghambat  para siswa dapat memfocuskan perhatiannya pada rangsangan yang dianggapnya menarik dan membuang rangsangan yang lainnya.

Dengan adanya media yang tepat guna, maka siswa akan tertarik dan pembelajaran pun menyenangkan.

2. Fungsi Afektif

Yakni menggugah perasaan, emosi, dan tingkat penerimaan atau penolakan siswa terhadap sesuatu.

Perlu diingat bahwa antara tingkah laku afektif dan tingkah laku kognitif delalu berjalin erat. Pemisah antara keduanya hanyalah perbedaan tekanan.

Media pembelajaran yang tepat guna dapat meningkatkan sambutan atau penerimaan siswa terhadap stimulus tertentu. Sambutan atau stimulus itu berupa kemauan. Dengan adanya media pembelajaran, terlihat pada diri siswa kesediaan untuk menerima beban pelajaran, dan untuk itu perhatiannya akan tertuju kepada pelajaran yang diikutinya. Apabila hal tersebut terus dilakukan secara terus menerus, tidak menutup kemungkinan dalam jiwanya melakukan penilaian dan penghargaan terhadap nilai-nilai atau norma-norma yang diperolehnya, dan pada tingkat tertentu nilai-nilai atau norma-norma itu akan diterimanya dan diyakininya. Kemudian terjadilah pengorganisasian nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan, ide dan sikap menjadi sistem batin yang konsisten disebut sebagai karakterisasi (Krathwokl, et.al sebagai dikutip Jahja Qahar, 1982: 11-12).

Contohnya televisi, video dan audio sebagai fungsi afektif media pembelajaran.

3. Fungsi Kognitif

Siswa yangbelajar melalui media pembelajaran akan memperoleh dan menggunakan bentuk-bentuk representasi yang mewakili objek-objek yang dihadapinya, baik objek itu berupa benda, orang atau kejadian. Objek-objek itu direpresentasikan atau dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan atau lambang, yang dalam psikologi semuanya merupakan sesuatu yang bersifat mental (WS. Winkel, 1989:42). Misalnya, seorang siswa yang belajar melalui peristiwa, atau melihat bendanya langsung. Maka siswa tersebut akan menceritakan kembali apa yang telah dialaminya kepada temannya dalam bentuk berupa gagasan-gagasan dan tanggapan-tanggapan yang keduanya bersifat mental.

Jelaslah kiranya media pembelajaran telah ikut andil dalam mengembangkan gagasan yang dimilikinya, atau semakin kaya dan luas alam pikiran kognitifnya. Pembahsan tentang aktivitas kognitif ini , meliputi persepsi, megingat, berpikir.

4. Fungsi Imajinatif

Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengembangkan imajinasi siswa. Imajinasi menurut Kamus Lengkap Psikologi (C.P. Chaplin, 1993: 239) adalah proses menciptakan objek atau peristiea tanpa pemanfaatan data teoritis.

Pengarang cerita anak-anak, Dwianto Setyawan sebagaimana dikutip Tri Agung Kristanto (Shinta Rahmawati, 2001:15) menandaskan, orang dewasa seharusnya jangan mematikan imajinasi dan fantasi anak. Kalau anak-anak berfantasi tentang robot, pesawat angkasa luar atau cerita lainnya hendaknya jangan dilarang, lalu dipaksa untuk menyesuaikan dengan imajinasi dan fantasi yang dimiliki orang dewasa. Imajinasi dan fantasi yang dimiliki anak berbeda dengan orang dewasa.

Seniman Leornardo da Vinci, demikian menurut Agung Kristanto (Shinta Rahmawati, 2001:16) adalah contoh orang yang memiliki imajinasi dan fantasi yang sangat tinggi. Jauh sebelum helikopter dan pesawat terbang ada, Leonardo da Vinci sudah menuangkannya dalam bentuk gambar.

5. Fungsi Motivasi

Motivasii merupakan seni mendorong siswa untuk terdorong melakukan kegiatan  belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Dengan demikian motivasi merupakan usaha dari pihak luar dalam hal ini seorang guru untuk mendorong, mengaktifkan dan menggerakan siswanya secara sadar untuk telibat secara aktif dalam proses pembelajaran.

Guru dapat memotivasi siswa dengan cara membangkitkan minat belajarnya dan dengan cara memberikan dan menimbulkan harapan. Donald O. Hebb (Aminuddin Rasyad, 2003:93) menyebut cara pertama adalah arousal dan kedua expectancy. Arousal adalah suatu usaha guru untuk membangkitkan intrinsic motive siswanya, sedangkan expectancy adalah suatu keyakinan yang secara seketika timbul untuk terpenuhinya suatu harapan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Harapan akan tercapainya suatu hasrat atau tujuan dapat menjadi motivasi yang ditimbulkan guru ke dalam diri siswa. Salah satu pemberian harapan itu yakni dengan cara memudahkan siswa-bahkan yang dianggap lemah sekalipun dalam menerima dan memahami isi pelajaran yakni melalui pemanfaatan media pembelajaran.

Jadi dengan adanya media pembelajaran tersebut, siswa akan terdorong keinginannya untuk menerima dan memahami pelajaran yang akan disampaikan.

e. Fungsi Sosio-kultural

Fungsi media dilihat dari sosio-kultural, yakni mengatasi hambatan sosio-kultural antar peserta komunikasi pembelajaran. Bukan hal mudah untuk memahami para siswa yang memiliki jumlah yang cukup banyak. Mereka masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda apalagi bila dihubungkan denga adat, keyakinan, lingkungan dan pengalamn dan lainnya.

Sedangkan di pihak lain, kurikulum dan materi ajar ditentukan dan diberlakukan secara sama untuk setiap siswa. Tentunya guru akan mengalami kesulitan menghadapi hal itu, terlebih ia harus mengatasinya sendirian. Masalah ini dapat diatasi dengan adanya media pembelajaran, karena media pembelajaran memiliki kemampuan dalam memberikan rangsangan yang sama, mempersamakan pengalamman dan menimbulkan peserpsi yang sama.

 

(Munadi, Yudhi. 2010. Media Pembelajaran – sebuah pendekatan baru. Jakarta : Gaung Persada Press)








%d blogger menyukai ini: